Kegiatan diawali dengan upacara pembukaan sebagai tanda dimulainya rangkaian acara. Setelah itu, peserta melakukan senam bersama untuk membangun semangat sebelum terjun langsung dalam kegiatan penanaman. Suasana kegiatan semakin terasa ketika peserta mulai mempersiapkan bibit mangrove yang telah disediakan.
Dalam kegiatan ini, peserta dikenalkan dengan dua jenis bibit mangrove, yaitu bibit api-api dan pedada. Sebelum melakukan penanaman di area rawa, peserta terlebih dahulu mendapatkan simulasi agar mengetahui cara menanam mangrove dengan baik dan benar. Mulai dari memasukkan pupuk ke dalam polybag kecil, menancapkan bibit, hingga memastikan posisi bibit siap untuk ditanam.
Setelah pembekalan selesai, peserta bersama-sama menuju lokasi penanaman. Dengan penuh antusias, satu per satu bibit mangrove ditanam di area rawa. Peserta diarahkan untuk menancapkan bibit dengan kedalaman yang sesuai, sehingga bagian daun tetap berada di atas permukaan dan tidak terendam. Hal tersebut dilakukan agar bibit dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.
Tidak hanya menjadi kegiatan penanaman, acara ini juga menjadi momen untuk belajar dan mempererat kebersamaan antar peserta. Setelah seluruh proses selesai, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama, evaluasi, serta kuis yang berisi pengetahuan seputar mangrove dan lingkungan. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan dokumentasi bersama sebagai bentuk kenang-kenangan dari kegiatan tersebut.
Melalui kegiatan penanaman mangrove ini, Pumapala berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan serta mengajak lebih banyak pihak untuk ikut menjaga kelestarian ekosistem pesisir. Karena menjaga alam bukan hanya tentang menanam, tetapi juga tentang menumbuhkan kepedulian untuk masa depan.